Sabtu, 31 Agustus 2013

Sampul Narpowandowo dan isi suratnya, th. 1929.

Kali ini 'perangko' mengunggah kembali, apa yang sudah diunggah oleh 'mmzrarebooks.blogspot.com', karena isi surat yang ada didalam sampul sangat menarik, bukan sekedar sampul dan kertas kosong, tapi karena isi suratnya sangat menarik dan mempunyai nilai historis dan keaslian tinggi.
"Narpowandowo" adalah paguyuban/organisasi, anggotanya para kerabat dan pejabat Keraton Kasunanan Surakarta. Resmi dan Susuhunan Surakarta sebagai pelindungnya.

Gambar atas adalah surat yang ada didalam amplop, menggunakan kertas surat resmi, lambang dan namanya tercetak disebelah kiri atas, surat dalam aksara Jawa, bunyinya sbb:
Ongka 74/185.
"Katur K.P.H. Suryahamijaya, R.T. Gitadipura, R. Yasawinata."
"Wiyosipun, 'Pangreh' Narpowandowo ngaturi uninga,'panitya' bondha pasinaon sampun kabibaraken, awit miturut pranatan bondha pasinaon anyar, kedah andhapuk panitya anyar, amila Pangreh ngaturaken panuwun, dene K.P.H. Suryahamijaya, R.T. Gitadipura, R. Yasawinata, sampun tigang tahun nindakaken kewajibaning Panitya, wilujeng."
"Surat ditandatangani oleh : Mudhapangarsa dan Panitya I".

Inti suratnya adalah : 
'dengan adanya peraturan  baru, bagian pembiaya pendidikan harus membentuk pengurus baru, maka Ketua memberhentikan 3 pengurus lama yang sudah melaksanakan kewajiban selama 3 tahun dengan ucapan terima kasih'.  

Gambar atas adalah sebuah amplop resmi "Narpowandowo - Solo", lambang dan namanya tercetak disebelah kiri atas.
Tulisan aksara Jawa : 
Serat ongka : 74/185, katur R.T. Gitadipura. 
Bahasa Indonesia nya : 
Surat nomer : 74/185, ditujukan kepada Raden Tumenggung Gitadipura.


Dari memperhatikan amplop dan isinya, ditulis tangan, aksara Jawa, kita bisa mengetahui sebuah cerita sejarah  dengan seting waktu pertengahan th. 1929, terjadi perubahan  pengurus dan kebijakan baru pada organisasi 'Narpowandowo' . Ini yang dimaksud dengan nilai historis & keaslian tinggi.

Surat ini ditujukan kepada Raden Tumenggung Gitadipura, sebagai pemberitahuan mengenai adanya perubahan pengurus dan ucapan terima kasih, telah melaksanakan kewajibannya selama 3 tahun.

Ada 3 istilah menarik/aneh yang terbaca dalam surat, mungkin memang lazim digunakan pada saat itu, yaitu 'Pangreh', kemungkinan sebagai 'Ketua', istilah 'Panitya' sebagai 'pengurus', sedang 'bondha pasinaon' adalah bagian 'pembiayaan pendidikan'. Maaf kalau ada kekeliruan penafsiran.


Selasa, 16 Juli 2013

Kartupos, rindunya seorang suami.

Buat : istriku tersayang, . . .(nama dan alamat) 
Dengan ucapan : jangan segan2 membuat surat, bapak minta 2x sebulan sebagai hiburan ditempat tugas.
Datangnya dari suamimu, sersan mayor . . . .(nama) yang sedang rindu.

Demikian ungkapan rasa rindu/kangen yang sangat kuat, seorang suami setelah berbulan-bulan meninggalkan istrinya ribuan kilometer jaraknya karena sedang mengemban tugas negara, berjuang dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sang suami mengirim kartupos ini kepada Radio Republik Indonesia Programa 2 Nasional, Jakarta, minta diputarkan sebuah lagu dan dibacakan pesan ditujukan kepada istrinya, berharap agar istrinya terhibur mendengarkan lagu dan pesan dari suaminya, sesuai dengan yang tertulis di kartupos.

Pada th. 1970, komunikasi jarak jauh antar penduduk sulit terlaksana, sulit untuk berbicara langsung,  maka bisa mendengarkan lagu kiriman dari keluarga yang sangat dicintai adalah suatu kenikmatan atau kebahagian yang sulit diceritakan dengan kata-kata, apalagi menerima suratnya (kartupos atau yang lainnya), rasa nikmat dan bahagia menjadi berlipat karena bisa disimpan dan dibaca berulang-ulang
Berbeda dengan jaman sekarang dimana teknologi berkembang sangat pesat, hubungan antar muka antar benua biasa dilakukan seketika, rasanya ya biasa-biasa saja.

Maaf nama-nama yang tercantum sengaja di buramkan.

Minggu, 23 Juni 2013

Kartu pos. Voice Of America, 1959.

Jaman dahulu,
setengah abad yang lalu,
tidak gampang orang ingin mendengar lagu,
hanya kalangan tertentu,
harus punya alat pemutar dahulu,
dengan piringan hitam berisi lagu,
dan harganya sungguh terlalu.
Jangan risau, ini keadaan jaman dulu.

Ada cara mudah dan murah untuk bisa mengdengarkan lagu yang diinginkan. Yaitu minta kepada Stasiun Radio. Sejumlah Stasiun Radio, baik siaran dalam negeri, RRI Radio Republik Indonesia maupun siaran dari Luar Negri, diantaranya BBC dari Inggris dan VOA dari Amerika untuk memutarkan lagu-lagu yang kita inginkan.

Gambar disamping ini adalah Kartupos dari Stasiun Radio 'Voice Of America' biasa disingkat VOA, berisi jadwal pemutaran lagu, sekaligus nama lagu-lagunya, dikirimkan kepada Sdr. Surono di Salemba Tengah, Jakarta

Bila menghendaki, kita bisa mendapatkan jadwal siaran lagu, sehingga kita bisa memilih lagu yang kita inginkan dan kita bisa mengirim pesan kepada kenalan kita atau kekasih kita, sehingga kita bersama-sama mendengarkan lagu yang kita inginkan, walaupun jarak jauh, sungguh mengasyikan.

Acara pemilihan lagu itu di radio namanya 'Acara Pilihan Pendengar'

Senin, 06 Mei 2013

Sampul Peringatan. 5 tahun Indonesia Merdeka, dengan prangko RIS.

Berbeda dengan 'Sampul Peringatan 5 tahun Indonesia Merdeka' yang diunggah sebelumnya, maka kali ini yang diunggah juga Sampul Peringatan 5 (lima) tahun Indonesia Merdeka tetapi menggunakan prangko RIS (Republik Indonesia Serikat) gambar Bedera Merah Putih Berkibar dengan stempel pos Jakarta, tgl. 17-8-50, pk. 12.00


Prangko RIS gambar Bendera merah putih berkibar terbit tg. 17 Januari 1950, sedang prangko seri Garuda sebagai peringatan 5 tahun Indonesia Merdeka terbit pada 17 Agustus 1950, seperti yang sudah diunggah sebelumnya.  

Selasa, 30 April 2013

KENGPO. Memperingati 5 tahun kemerdekaan RI.

Dibawah ini gambar Sampul Peringatan KENGPO, 5 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, dilengkapi dengan seri prangko 17 Agustus 1945-1950 Republik Indonesia, stempel pos Jakarta 17 - 8 - 1950.
Harian KENG PO yang tirasnya termasuk yang paling besar di Indonesia pada saat itu, diberangus (istilahnya jaman itu) ditutup penerbitannya pada tgl. 27 Februari 1958, karena tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah saat itu.
Harian Keng Po didirikan oleh How Tek Kong pada th. 1923, sayangnya pada th. 1925 pendirinya meninggal dunia.
Selain nemerbitkan surat kabar Keng Po juga mempunyai usaha percetakan. Walaupun koran Keng Po diberangus, tapi percetakannya masih jalan, bahkan koran Kompas awalnya dicetak di Percetakan Keng Po.

Kamis, 18 April 2013

Air Untuk Kehidupan

Air adalah kehidupan, air merupakan kebutuhan utama manusia, untuk pertania,, industri, keperluan manusia dan mahluk lainnya.
Untuk mengingatkan betapa pentingnya air bagi manusia, maka diterbitkanlah prangko dengan tema 'Air dan Kehidupan', sekaligus memperingati 'Hari Lingkungan Hidup tahun 1999.
Gambar diatas adalah desain yang digunakan untuk prangko 'Air dan Kehidupan' kebetulan salah satunya yang paling atas ditandatangani oleh perancangnya, sedang gambar bawah adalah prangkonya.

Dua gambar dibawah adalah SHP yang sudah di 'R' (tercatat), atas SHP dengan prangko, sedang yang dibawah SHP dengan 'Souvenir Sheet'

Prangko ini terbit pada tahun 1999.

PJM Presiden Soekarno di PBB.

Sesuai dengan stempel pos pada kartupos diatas, yaitu tanggal 30 September 1960, PJM Presiden Soekarno, berpidato didepan Sidang Umum PBB ke XV di New York (USA), dengan judul 'To Build The World A New'.
Presiden Soekarno diundang ke PBB sebagai Duta Istimewa Rakyat Indonesia.