Senin, 22 Februari 2016

PBB, Tahun Internasional Anak-Anak 1979. I.

Di tahun 1990 an, ada yang menawarkan segepok dokumen didalam sebuah stofmap folio berwarna biru (gambar bawah), berisi 23 lembar 'dokumen'. 
Tidak terlalu menarik perhatian, baik bentuk maupun gambarnya.
Di bagian depan stofmap folio, ada lambang Perserikatan Bangsa Bangsa dan
logo Tahun Internasional Anak-Anak, 1979.
'Pameran Philateli'
'Pekan Perserikatan Bangsa Bangsa'
24 - 28 Oktober 1979
'Pusat Philateli, Jakarta Raya'

Karena belum faham mengenai filateli, maka dokumen tadi disimpan saja ditumpuk dengan buku-buku dan prangko-prangko yang lain.

Beberapa tahun kemudian kami melihat-lihat 'dokumen-dokumen' yang ada di dalam stofmap tadi. Ternyata berisi dokumen filateli sehubungan dengan diselenggarakannya 'pameran philateli' saat dilangsungkan Pekan P.B.B. di Jakarta pada 24-28 Oktober 1979,
 diselenggarakan oleh Pusat Perkumpulan Philateli Indonesia.
Ternyata dunia filteli bukan hanya indahnya, nilai historis juga mempunyai daya tarik.

Dalam map berisi 'dokumen' yaitu Sampul Hari Pertama atau Sampul Peringatan ditempelkan pada sebuah blangko dari karton tipis (lihat gambar bawah).

Dibawah ini gambar 2 lembar dokumen dengan SHP resmi dari PBB Geneva, 
dengan SHP yang berbeda prangkonya
Sebelah kiri adalah prangko resmi Tahun Internasional Anak-Anak 1979, 
dari kantor PBB Geneva, sebelah kanan dari kantor PBB New York.

Masih banyak lagi macamnya, insya Allah, akan diunggah pada kesempatan berikutnya.

Kamis, 18 Februari 2016

Dokumen Filateli, Ikan Koi Show.

'Dokumen Filateli' 
Demikian disebut oleh filatelis di Indonesia.
Terbit dan desain sesuai dengan event yang sedang berlangsung.
Keindahan 'Dokumen Filateli' terlihat pada gambar dibawah ini.
  
 Resmi oleh badan pos yang ada.

 Diterbitkan terbatas.
Dokumen Filateli ini hanya diterbitkan sebanyak 2.000 lembar.

Ditempel prangko yang sesuai. 

Rabu, 03 Februari 2016

Meterai Tempel

Dua macam meterai dibawah ini terlihat desainnya mirip, 'tata letak' nya mirip, ada gunung, ada sawah bahkan nilai nominalnya juga sama.
Tentunya  meterai Dai Nippon keluar lebih dulu, baru kemudian meterai Rep. Indonesia menyusul.

Meterai Dai Nippon dikeluarkan pada jaman pendudukan Jepang, sekitar tahun 1942 - 1945.
Selajutnya setelah Indonesia menyatakan kemerdekaan, meterai 15 sen diganti, dengan desain seperti tampak dibawah ini.  

Mungkin Dai Nippon juga meneruskan desain dari meterai Belanda yang tampak seperti dibawah ini. Meterai ini sudah di 'cetak tindih' huruf Jepang (kanji?).
Gambar meterai Belanda diambil dari http://simarakali.blogspot.co.id, sebagai pembanding saja.

Selasa, 26 Januari 2016

Prangko Yunani Awal.


Gambar-gambar dibawah ini adalah prangko Yunani seri Hermes (Mercury). 
Hermes adalah nama dewa dalam mitologi Yunani.
Seri Hermes yang tampak dalam gambar adalah disain 
prangko Yunani paling awal, 
mulai dikeluarkan pada th. 1861, 
namun mengacu pada 'Scoot Standard Postage Stamp Catalogue th. 1976', prangko tersebut tidak dicetak disatu tempat maka terjadi sedikit sekali perbedaan yaitu garis-garis bayangan yang terletak pada leher dan pipi.
Dibawah inilah prangko-prangko Yunani awal.

Prangko-prangko diatas ini terbitan th.1862.
Sedang dibawah ini diterbitkan pada th. 1876.

Baru  th.1886 mulai ada perubahan disain, lihat gambar prangko dibawah.

Kami mohon maaf, selain saat pengambilan gambar prangko tidak akurat karena prangko terbungkus plastik juga bukan tidak mungkin terjadi kekeliruan dalam mencocokan prangko dengan katalog, maklum prangko yang sudah berumur 150 tahunan, mungkin sudah terjadi perubahan warna.

Senin, 25 Januari 2016

Prangko Vatican, kuno.


'Pope Pius XI'
Itulah gambar yang tertera pada prangko Vatican, 
yang diterbitkan dan digunakan pada th. 1933 (sesuai cap pos).

Diatas dan dibawah adalah prangko seri 
'Vatican Palace and Obelisk'
 diterbitkan pada th. 1933. 
Sesuai dengan cap pos, digunakan pada th. 1933 (bawah) dan th. 1938 (atas).

Keterangan sesuai dengan 'Scoot' Standard Postage Stamp Catalogue tahun 1976.

Rabu, 20 Januari 2016

Cap pos Jaman Dulu

Penerima surat ini orangnya terkenal di jaman Nederlandsch Indie sampai Indonesia, yaitu 
Dr. Raden Hoesein Djajadiningrat.
Namun bukan karena sipengirim atau yang sipenerima surat ini akan tetapi karena 
'cap pos' yang tertera apa amplopnya maka surat ini diunggah.

Cap pos diamplop bagian depan tampak biasa saja, menunjukan daerah dan waktu surat itu dikirim tanggal 23 September 1913 dari Leiden,
Tetapi cap pos dibaliknya agak aneh, amplop bagian belakang ada cap pos menunjukan kota : 
Singapore - Batavia, tanggal 19 Oktober 1913.
'Mengapa' cap pos nya kota 'Singapore - Batavia' ?
Jadi pada tanggal 19 Oktober 1913 itu surat sampai di Singapore atau di Batavia?

Biasanya setiap surat yang mampir si kantor pos, akan distempel kantor pos yang bersangkutan, lengkap lokasi dan tanggalnya. 
Contohnya dibawah ini (dari internet) :
Surat dari Aden ditujukan ke Batavia. Terlihat cap pos jelas, hanya satu kota, 
Aden, Singapore dan Weltevreden, dengan tanggal berbeda.

Jadi cap pos dengan dua kota ini  (Singapore - Batavia) memang 'unik', barangkali ada pengunjung yang tahu?

Ada 4 halaman surat didalam amplop, tapi hanya halaman pertama dan terakhir saja yang diunggah (gambar bawah).
Kalau mau jelas siapa penerima dan pengirimnya, silahkan 'klik' saja.

Minggu, 03 Januari 2016

Chinese Stamps Album.

Dibawah ini adalah sebagian dari gambar-gambar prangko yang ada didalam
 'Chinese Stamp Album 2002'.
Covernya dilapisi sutra halus berwarna merah bermotif flora, berukuran 21.5 x 29 cm. 

"Royal Carriage" itu judul salah satu 'Souvenir Sheet' yang diterbitkan pada th. 2002.
Gambar tersebut hasil lukisan 'Yan Liben' pelukis jaman Dinasti 'Tang'. 
Dibawah adalah gambar detail Souvenir Sheet nya.

Dibawah ini adalah gambar prangko serie 'Bendungan' (4 macam prangko) yang dibangun disepanjang 'Sungai Kuning'
Dibawah adalah gambar detail Souvenir Sheet nya.

Kiri bawah, prangko merayakan 'Ren-Wu' Chinese Lunar New Year.
Kanan bawah, prangko serie 'Chinese Musical Stringed Intrument'

Dibawah adalah 'Souvenir Sheet' nya prangko serie 'Dazu Stone Carving'

Kiri bawah adalah 'Souvenir Sheet' (tanpa prangko) Air Terjun 'Hukou' di Sungai Kuning.
Kanan bawah 'Souvenir Sheet', prangko serie 'The Ancient City of Lijiang'

Gambar bawah adalah cover depan.
Buku album ini berisi 27 serie prangko ditambah 4 prangko khusus.