Tampilkan postingan dengan label kuno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuno. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Januari 2016

Prangko Yunani Awal.


Gambar-gambar dibawah ini adalah prangko Yunani seri Hermes (Mercury)
Hermes adalah nama dewa dalam mitologi Yunani.
Seri Hermes yang tampak dalam gambar adalah disain 
prangko Yunani paling awal
mulai dikeluarkan pada th. 1861, 
namun mengacu pada 'Scoot Standard Postage Stamp Catalogue th. 1976', prangko tersebut tidak dicetak disatu tempat maka terjadi sedikit sekali perbedaan yaitu garis-garis bayangan yang terletak pada leher dan pipi.
Dibawah inilah prangko-prangko Yunani awal.

Prangko-prangko diatas ini terbitan th.1862.
Sedang dibawah ini diterbitkan pada th. 1876.

Baru  th.1886 mulai ada perubahan disain, lihat gambar prangko dibawah.

Kami mohon maaf, selain saat pengambilan gambar prangko tidak akurat karena prangko terbungkus plastik juga bukan tidak mungkin terjadi kekeliruan dalam mencocokan prangko dengan katalog, maklum prangko yang sudah berumur 150 tahunan, mungkin sudah terjadi perubahan warna.

Senin, 25 Januari 2016

Prangko Vatican, kuno.


'Pope Pius XI'
Itulah gambar yang tertera pada prangko Vatican, 
yang diterbitkan dan digunakan pada th. 1933 (sesuai cap pos).

Diatas dan dibawah adalah prangko seri 
'Vatican Palace and Obelisk'
 diterbitkan pada th. 1933. 
Sesuai dengan cap pos, digunakan pada th. 1933 (bawah) dan th. 1938 (atas).

Keterangan sesuai dengan 'Scoot' Standard Postage Stamp Catalogue tahun 1976.

Rabu, 20 Januari 2016

Cap pos Jaman Dulu

Penerima surat ini orangnya terkenal di jaman Nederlandsch Indie sampai Indonesia, yaitu 
Dr. Raden Hoesein Djajadiningrat.
Namun bukan karena sipengirim atau yang sipenerima surat ini akan tetapi karena 
'cap pos' yang tertera apa amplopnya maka surat ini diunggah.

Cap pos diamplop bagian depan tampak biasa saja, menunjukan daerah dan waktu surat itu dikirim tanggal 23 September 1913 dari Leiden,
Tetapi cap pos dibaliknya agak aneh, amplop bagian belakang ada cap pos menunjukan kota : 
Singapore - Batavia, tanggal 19 Oktober 1913.
'Mengapa' cap pos nya kota 'Singapore - Batavia' ?
Jadi pada tanggal 19 Oktober 1913 itu surat sampai di Singapore atau di Batavia?

Biasanya setiap surat yang mampir si kantor pos, akan distempel kantor pos yang bersangkutan, lengkap lokasi dan tanggalnya. 
Contohnya dibawah ini (dari internet) :
Surat dari Aden ditujukan ke Batavia. Terlihat cap pos jelas, hanya satu kota, 
Aden, Singapore dan Weltevreden, dengan tanggal berbeda.

Jadi cap pos dengan dua kota ini  (Singapore - Batavia) memang 'unik', barangkali ada pengunjung yang tahu?

Ada 4 halaman surat didalam amplop, tapi hanya halaman pertama dan terakhir saja yang diunggah (gambar bawah).
Kalau mau jelas siapa penerima dan pengirimnya, silahkan 'klik' saja.

Sabtu, 21 November 2015

Prangko USA awal

Barangkali bagi para kolektor prangko, tidak heran melihat prangko tua dan langka, tetapi cara penyimpanannya yang unik.
Prangkonya ditempelkan pada album foto yang ada perekat dan ada penutup plastiknya, jadi prangkonya lengket menjadi satu dengan media yang biasanya untuk menempel foto (gambar bawah).
Maksud pemilik koleksi prangko tentunya baik karena prangko tidak bisa lepas lagi jadi tidak hilang atau diambil orang lain dan aman dari debu atau kotoran lainnya.
Tapi Salah nggak ya?

Dibawah ini gambar kelompok prangko Amerika.

Diantara prangko yang ditempel terdapat dua prangko kuno (lihat panah merah pada gambar).



 Gambar bawah kiri adalah prangko gambar 
Jefferson,
 sedang gambar bawah kanan adalah gambar 
Washington,
 keduanya di issue 1870-1871


Semua keterangan sesuai dengan 'Scott' Standard Postage Stamp Catalogue, th. 1976

Jumat, 20 November 2015

Prangko. Nederlandsch Indie VII


Gambar samping adalah Seri 'Queen Wilhelmina', diterbitkan th. 1902.

Disamping ini gambar prangko seri 'King William III', terbit th. 1870.

Prangko diatas seri 'Numeral of Value', kiri terbit th. 1883, sebelah kanan terbit th. 1890.

Gambar atas adalah 'plakzehel', denga cetak tindih 'Nederl. Indie' dan 'Vijf Cent'.
Belum ketahuan kapan digunakan.

Senin, 05 Januari 2015

Husein Djajadiningrat. III.

Pengirim dan penerima surat ini, dua-duanya orang-orang terkenal pada jamannya yaitu RM. Noto Soeroto dan Doctor R. Husein Djajadiningrat.
Raden Mas Noto Soeroto putra keluarga bangsawan Pakualam, salah satu pendiri 'Perhimpunan Indonesia' di Belanda.
Ia dikirim ayahnya ke Belanda untuk belajar hukum, disana bersama teman-temannya, diantaranya Sosrokartono, R. Husein Djajadiningrat, Notodiningrat, Sumitro Kolopaking dll. mendirikan 'Indische Vereeniging', menjadi pimpinannya tahun 1911-1914, kemudian pada th. 1924 berubah menjadi 'Perhimpunan Indonesia'
Bahkan pada saat dibawah kepimpinan M. Hatta, 'Perhimpunan Indonesia' resmi diakui sebagai garda terdepan pergerakan kebangsaan oleh PPKI yang diketuai Ir. Sukarno.
Selain beroganisasi, RM. Noto Soeroto adalah wartawan, penulis, aktivis budaya dan penyair Indonesia, dialah penyair dari Jawa yang pertama karyanya bisa masuk dan dikenal dalam ranah kesusateraan Belanda.
Sedang mengenai DR. Husein Djajadiningrat, kisahnya sudah diunggah pada Surat-surat Husein Djajadiningrat I.
Gambar atas kiri adalah RM. Noto Soeroro, sedang sebelah kanan DR. Husein Djajadiningrat.

Gambar atas kiri kanan adalah amplop surat lengkap dengan prangko, stempel s'Gravenhage didepan dan Leiden dibelakang.

Diatas adalah gambar detail kop surat Raden Mas Noto Soeroto, sedang dibawah gambar detail tanda tangan RM. Noto Soeroto.

Isi surat tidak dibahas.
Data sejarah, lukisan dan foto diambil dari internet.

Minggu, 07 Desember 2014

Husein Djajadiningrat. II

Kartupos dibawah ini ditujukan kepada Rd. Hoesein Djajadiningrat, saat itu sedang belajar untuk mendapatkan gelar doctor di Leiden, Belanda.
Kartupos ini dikirim dari Batavia, stempel pos 'Weltevreden' 17 Mei 1911', jadi umur kartupos ini sudah seabad lebih 3 tahun. 
Butuh waktu sebulan lebih, surat tersebut baru sampai, stempel pos 'Leiden, 23 Juni 1911'.

Pengirimnya adalah Dr. D.A. Rinkes, digelari sebagai Bapak Balai Pustaka.
Dia tinggal di daerah Mesteer Cornelis (sekarang Jatinegara).

Sesuai dengan jamannya, surat-surat menggunakan bahasa Belanda.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Sampul Narpowandowo dan isi suratnya, th. 1929.

Kali ini 'perangko' mengunggah kembali, apa yang sudah diunggah oleh 'mmzrarebooks.blogspot.com', karena isi surat yang ada didalam sampul sangat menarik, bukan sekedar sampul dan kertas kosong, tapi karena isi suratnya sangat menarik dan mempunyai nilai historis dan keaslian tinggi.
"Narpowandowo" adalah paguyuban/organisasi, anggotanya para kerabat dan pejabat Keraton Kasunanan Surakarta. Resmi dan Susuhunan Surakarta sebagai pelindungnya.

Gambar atas adalah surat yang ada didalam amplop, menggunakan kertas surat resmi, lambang dan namanya tercetak disebelah kiri atas, surat dalam aksara Jawa, bunyinya sbb:
Ongka 74/185.
"Katur K.P.H. Suryahamijaya, R.T. Gitadipura, R. Yasawinata."
"Wiyosipun, 'Pangreh' Narpowandowo ngaturi uninga,'panitya' bondha pasinaon sampun kabibaraken, awit miturut pranatan bondha pasinaon anyar, kedah andhapuk panitya anyar, amila Pangreh ngaturaken panuwun, dene K.P.H. Suryahamijaya, R.T. Gitadipura, R. Yasawinata, sampun tigang tahun nindakaken kewajibaning Panitya, wilujeng."
"Surat ditandatangani oleh : Mudhapangarsa dan Panitya I".

Inti suratnya adalah : 
'dengan adanya peraturan  baru, bagian pembiaya pendidikan harus membentuk pengurus baru, maka Ketua memberhentikan 3 pengurus lama yang sudah melaksanakan kewajiban selama 3 tahun dengan ucapan terima kasih'.  

Gambar atas adalah sebuah amplop resmi "Narpowandowo - Solo", lambang dan namanya tercetak disebelah kiri atas.
Tulisan aksara Jawa : 
Serat ongka : 74/185, katur R.T. Gitadipura. 
Bahasa Indonesia nya : 
Surat nomer : 74/185, ditujukan kepada Raden Tumenggung Gitadipura.


Dari memperhatikan amplop dan isinya, ditulis tangan, aksara Jawa, kita bisa mengetahui sebuah cerita sejarah  dengan seting waktu pertengahan th. 1929, terjadi perubahan  pengurus dan kebijakan baru pada organisasi 'Narpowandowo' . Ini yang dimaksud dengan nilai historis & keaslian tinggi.

Surat ini ditujukan kepada Raden Tumenggung Gitadipura, sebagai pemberitahuan mengenai adanya perubahan pengurus dan ucapan terima kasih, telah melaksanakan kewajibannya selama 3 tahun.

Ada 3 istilah menarik/aneh yang terbaca dalam surat, mungkin memang lazim digunakan pada saat itu, yaitu 'Pangreh', kemungkinan sebagai 'Ketua', istilah 'Panitya' sebagai 'pengurus', sedang 'bondha pasinaon' adalah bagian 'pembiayaan pendidikan'. Maaf kalau ada kekeliruan penafsiran.


Rabu, 09 Juni 2010

Prangko. Nederlandsch Indie VI

5 (lima) buah perangko prangko dibawah ini dicetak langsung diatas Kartupos atau Warkatpos, saya tidak jelas karena saya dapatkan sudah seperti apa yang terlihat dalam gambar.
Stempel kota dan tahun penggunaannya masih terlihat.


Prangko bergambar Queen Wilhelmina 12.5 cent cetak tindih 10 cent, digunakan di Brastagi, pada th. 1938.


Prangko dengan nilai 7.5 cent disebelah ini digunakan di Soerabaia, pada th. 1926.


Prangko disebalah ini digunakan di Medan pada th. 1928.




Prangko yang disebelah digunakan di Soerabaja pada th. 1925.




Prangko yang disebelah kiri digunakan di Soerabaja th. 1926.





Prangko dengan 'cetak tindih' yang terlihat dibawah ini adalah penerbitan th. 1915.


Mengacu pada 'Scott Standard Postage Stamp Catalogue' 1967.

Sabtu, 05 Juni 2010

Prangko. Nederlansch Indie V

Kelompok prangko bergambar 'Queen Wilhelmina', terbitan th. 1934.



Kelompok prangko dibawah ini gambarnya sama dengan kelompok diatas tapi ukurannya lebih besar, terbitan th. 1934.


Kelompok prangko dengan gambar 'Rice Field Scene' dibawah ini terbitan th. 1934 - 1937.



Mengacu pada 'Scott Standard Postage Stamp Catalogue' 1976.